All posts by Administrator
LAKIN BPMP Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2025
Sosialisasi Surat Edaran Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027
Pendaftaran TKA SD & SMP Telah Dibuka
Pagi Ceria di Hari Pertama Masuk Sekolah
Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan ULT BPMP Provinsi Kalimantan Tengah per Oktober – Desember 2025


Deskripsi:
Survey Kepuasan Pelanggan terhadap Layanan ULT BPMP Kalimantan Tengah periode Oktober – Desember 2025, diisi oleh 60 responden dari setiap unsur yang dinilai. Unsur yang dinilai terdiri dari (1) Penanganan terhadap keluhan dan pengaduan, (2) Kesanggupan dan kewajiban petugas menindaklanjuti/ menyelesaikan permohonan, (3) Petugas layanan sabar dan penuh pengertian dalam menangani tamu/pemohon, (4) Petugas layanan memberikan sambutan yang simpatik, baik dan ramah terhadap tamu/pemohon dalam menyampaikan permasalahannya, (5) Penjelasan petugas layanan dapat dipercaya, (6) Petugas layanan memiliki pengetahuan yang cukup, (7) Tersedia jenis-jenis produk layanan dari unit utama dalam satu pintu layanan terpadu, (8) Tidak dipungut biaya layanan, (9) Waktu pelayanan ULT sesuai dengan jadwal yang diinformasikan, (10) Prosedur layanan, dan (11) Persyaratan layanan. Metode survey menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan pengukuran Skala Likert, yang dibagi dalam 4 kategori, yaitu Sangat Kurang dengan nilai 1, Kurang dengan nilai 2, Baik dengan nilai 3, dan Sangat Baik dengan nilai 4. Hasil survei kepuasan masyarakat terhadap layanan ULT BPMP Kalimantan Tengah umumnya sangat baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan adalah 3,83 (Indeks Kepuasan Masyarakat = 95,68).













Mendikdasmen Serahkan Bantuan Awal di Sekolah Terdampak Bencana di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat
Siaran Pers
Nomor: 853/sipers/A6/XII/2025
Padang, 4 Desember 2025 – Hari pertama di Sumatra Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan secara langsung bantuan pendidikan ke SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat serta enam sekolah lainnya yang terkena dampak, masing-masing Rp25 juta.
“Kami menyampaikan belangsungkawa yang mendalam atas bencana yang melanda di Sumatra Barat. Di sekolah ini kami melihat mulai proses pembersihan, dan kami serahkan langsung bantuan bagi siswa dan guru yang terkena dampak, serta bantuan untuk pemberseihan sekolah. Semoga sekolah dapat segera selesai pembersihannya,” tutur Mendikdasmen, di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat, (4/12).
Di SMA Negeri 1 Batang Anai, Mendikdasmen meninjau langsung ruang kelas, sarana belajar yang terdampak, serta mendengarkan laporan pihak sekolah terkait kebutuhan pemulihan. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan sejumlah bantuan, yaitu school kit untuk 100 siswa, family kit dan bantuan dana total Rp20 juta untuk 10 guru (masing-masing Rp2 juta), bantuan pemulihan sekolah sebesar Rp25 juta, serta santunan Rp5 juta bagi seorang siswa SMP meninggal yang terdampak. Selain SMAN 1 Batang Anai, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan pemulihan untuk enam sekolah lainnya di Padang dengan nilai bantuan yang sama yakni Rp25 juta.
Bantuan Pendidikan Bagi Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh
Mendikdasmen menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar dapat kembali berjalan dengan aman dan layak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mendistribusikan bantuan pembelajaran darurat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pendidikan. Merujuk data per 4 Desember 2024, bantuan awal yang disalurkan Kemendikdasmen yang terkena dampak banjir dan longsor Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terdiri atas bantuan operasional tanggap darurat Rp6,4 miliar, santunan untuk siswa dan guru meninggal dan dirawat Rp293 juta, school kit totalnya 10 ribu pak, family kit 700 pak, tenda sekolah darurat 74, Starlink 3 buah, paket makanan ringan untuk anak 1.500 paket.
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Gerakan #RukunSamaTeman: Membangun Sekolah Aman dan Nyaman
Jakarta, 23 November 2025 – Memperingati Hari Anak Sedunia dan menjelang Hari Guru Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat bertajuk #RukunSamaTeman pada Minggu (23/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan peran murid sebagai teman sebaya yang saling mendukung, mendengarkan, dan membantu teman yang membutuhkan, terutama dalam mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya gerakan ini sebagai bagian dari penguatan budaya antikekerasan di sekolah.Inisiatif nasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai karakter peserta didik yang sejalan dengan pesan Presiden Prabowo untuk generasi muda yakni belajar yang baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun bersama teman, serta mencintai tanah air.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk lebih memperkuat gerakan antikekerasan di sekolah dengan tema yang sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Dengan tagline #RukunSamaTeman, ini adalah sebuah gerakan yang bersifat kultural dan tidak terlalu struktural untuk kita membangun budaya saling menghormati, saling menerima dan juga saling berbagi dan bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif untuk kita semua untuk dapat memiliki hubungan sosial yang baik, kehidupan, lingkungan sekolah dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya Mendikdasmen, Minggu (23/11).
Pentingnya membangun karakter unggul bagi generasi penerus, menurut Menteri Mu’ti, harus ditekankan di manapun berada. Pendidikan di sekolah yang menjadi menunjang kapasitas akademik siswa juga harus menjadi ruang tumbuhnya hubungan sosial yang sehat. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa sekolah adalah ruang tumbuh bersama karena sekolah merupakan rumah bagi seluruh warga belajar, di mana guru berperan sebagai orang tua dan teman-teman menjadi saudara yang saling mendukung.
“Keberhasilan kita di dalam belajar ditentukan oleh bagaimana kita memiliki hubungan sosial yang baik. Semakin banyak kawan, kita akan semakin nyaman. Kalau sekolah kita aman dan nyaman, insya Allah kita semuanya akan dapat belajar dengan tenang, bisa belajar dengan baik, dan bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing,” jelas Menteri Mu`ti.
Sekolah harus dapat memberikan rasa aman dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam lingkungan pembelajaran. Iklim sekolah yang mempraktikkan nilai kepedulian dan saling menghargai akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal. “Sekolah adalah rumah kita di mana semua yang ada di sekolah adalah bagian dari keluarga kita,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman membutuhkan kolaborasi semua pihak yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa karakter anak dibentuk sejak dari rumah sehingga tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah.
“Karakter yang paling inti itu ada di dalam keluarga, jadi ini harus kolaborasi bersama, penguatan bersama ini kita akan mulai dengan kerja sama dengan berbagai kementerian sesuai dengan tuisinya masing-masing bagaimana saling menguatkan untuk meminimalisir adanya perundungan atau kalau bisa tidak ada perundungan lagi,” jelas
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kerukunan penting untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan penuh kebaikan. Ia menyampaikan bahwa perbedaan adalah hal yang tak terhindarkan, sehingga sikap saling menghormati perlu diutamakan, termasuk tidak menilai teman dari asal-usul, penampilan, atau latar belakangnya. Hetifah mendorong siswa untuk mengenali potensi diri dan potensi teman serta mencari persamaan di antara mereka, sehingga kerukunan dapat terjaga dan berbagai hal yang tidak diinginkan di sekolah maupun di rumah dapat dicegah.
“Rukun sama teman itu hal penting karena sekolah nyaman penuh kebaikan. Yang penting aman ataupun rukun itu bukan berarti kita tidak boleh berbeda, karena perbedaan itu tidak bisa terhindarkan. Jadi mudah-mudahan sikap saling menghormati dan menilai teman itu tidak dari asalnya, dari penampilannya, atau hal-hal yang terkait dengan latar belakangnya saja. Kenali potensi mereka, kenali potensi kita, dan cari persamaannya. Insya Allah kita akan rukun dan tercegah dari segala hal yang tidak kita inginkan di sekolah maupun di rumah,” ujar Hetifah.
Sebagai bentuk gerakan bersama, kegiatan Jalan Sehat #RukunSamaTeman juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen dan sekolah yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Pelaksanaan di daerah memungkinkan partisipasi lebih luas dari murid, guru, orang tua, dan masyarakat, sehingga pesan kampanye dapat mengakar hingga ke tingkat sekolah.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#RukunSamaTeman
Kemendikdasmen Gelar Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025: Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat
Jakarta, 13 November 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan puncak acara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 pada 12 – 14 November 2025 di Jakarta. Kegiatan dengan tema “Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat” ini dihadiri oleh Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, jajaran kementerian/lembaga, organisasi mitra seperti SERUNI Kabinet Merah Putih dan Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan Bunda PAUD dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada Bunda PAUD dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan yang telah berperan aktif dalam mendukung implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah serta mewujudkan PAUD Bermutu untuk Semua.
Dalam laporannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa PAUD menjadi prioritas dalam pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda keempat tentang peningkatan kualitas sumber daya manysia melalui pendidikan wajib belajar 13 tahun.
“Pendidikan anak usia dini adalah tahapan yang sangat menentukan masa depan bangsa. Anak-anak yang mendapat kesempatan belajar di PAUD memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, nilai akademik yang lebih baik, dan kesiapan yang lebih matang untuk menjadi anak Indonesia yang hebat,” ujar Menteri Mu’ti, Rabu(13/11).
Menteri juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, berdoa/beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Apresiasi dan Inspirasi dari Seluruh Nusantara
Sebanyak 42 Bunda PAUD dari seluruh Indonesia menerima penghargaan dalam berbagai kategori, mulai dari Bunda PAUD Kabupaten/Kota dan Provinsi Berprestasi hingga Bunda PAUD Inovatif dari desa dan kecamatan.
Pada kesempatan tersebut, Selvi Gibran Rakabuming, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Bunda PAUD. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, tenaga pendidikan dan Bunda PAUD dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.
“Satu tahun masa prasekolah merupakan fondasi yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pada tahap ini, anak-anak tidak hanya mulai mengenal huruf dan angka, tetapi lebih dari itu, mereka belajar tentang kasih sayang, karakter, dan moral sebagai bekal kehidupan. Yang terpenting anak-anak itu harus bahagia. Jangan sampai anak-anak kehilangan masa kecilnya. Biarkan anak-anak mengeksplorasi minat dan bakatnya,” ujar Selvi dalam sambutannya
Komitmen Pemerintah dan Inovasi Daerah
Pemerintah berkomitmen memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh Indonesia. Dalam Rancangan APBN 2026, dialokasikan Rp357,8 triliun untuk sektor pendidikan, termasuk Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD. Dukungan ini diperkuat dengan program pelatihan, pendampingan, dan insentif bagi tenaga pendidik PAUD di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Beragam inovasi dari daerah turut mewarnai penyelenggaraan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. Dari ujung Kalimantan Utara, Kabupaten Tanah Tidung menghadirkan sejumlah program inspiratif seperti Kuliah Gratis untuk Guru PAUD, Gerakan Minum Susu (Germisu), serta TERASKU (Tindakan Cerdas Keluarga dan Guru) yang menekankan kolaborasi antara orang tua dan pendidik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, dari Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun memperkenalkan program GPS JEMPOL (Gerakan Pentingnya Sekolah Jemput Peluang), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mencegah anak putus sekolah sejak jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 5–6 tahun yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 telah mencapai 74,15 persen. Meski menunjukkan kemajuan signifikan, data ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada sekitar seperempat anak usia dini di Indonesia yang perlu dijangkau agar memperoleh kesempatan belajar yang setara sejak awal kehidupannya.
Desain Besar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Desain Besar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah adalah pedoman implementasi program prioritas nasional ini. Kebijakan ini merupakan fondasi dari program Wajib Belajar 13 tahun yang dirancang untuk memastikan setiap anak usia 5 – 6 tahun mengikuti satuan PAUD yang bermutu sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar. Masa ini adalah periode emas (golden age) yang krusial bagi perkembangan otak, kognitif, dan karakter anak.
Implementasi ini bersifat adaptif, menyesuaikan dengan potensi dan tantangan masing-masing wilayah, dan didukung oleh serangkaian aksi nyata seperti sosialisasi,advokasi, pendampingan di kabupaten/kota, dan konsolidasi data. Keberhasilan ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang meliatkan pemerintah daerah, Bunda PAUD, dan seluruh pemangku kepentingan untuk berrsama-sama membangun dasar yang kokoh.
Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat sejak usia dini. Dengan semangat dan dedikasi para Bunda PAUD di seluruh Indonesia, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Abdul Mu’ti, Menteri Dengan Kinerja Tertinggi

Terdapat 10 kementerian dengan nilai skor teratas yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (3,35), Kementerian Luar Negeri (3,32), Kementerian Agama (3,26), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (3,22), Kementerian Pertanian (3,21), Kementerian Keuangan (3,15),
Kementerian Dalam Negeri (3,14), Kementerian Pertahanan (3,13), Kementerian Kehutanan (3,08), dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi (3,08).