Tag Archives: sipers

Semarak Hardiknas di Kalteng, Satukan Pendidikan, Lingkungan dan Tata Kelola Daerah Bangun Peradaban

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 
Nomor:343/sipers/A6/V/2026

Palangka Raya, 2 Mei 2026 – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Upacara Hardiknas diikuti sekitar 2.000 peserta ini menjadi ruang memperteguh komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, yang hadir bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk memperkuat arah transformasi pendidikan nasional. “Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga proses memanusiakan manusia, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Wamen Fajar yang hadir dalam balutan busana adat Kalimantan Tengah dengan ornamen Lilis Lamiang, manik-manik khas Dayak Ngaju yang sarat makna filosofis sebagai simbol perlindungan, kekuatan, dan kehormatan.

Ia menambahkan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Ketiga momentum tersebut mencerminkan keterkaitan erat antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola daerah dalam membangun masa depan bangsa.

Sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan potensi, membangun karakter, dan memuliakan manusia sebagai makhluk yang bermartabat. Pendidikan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, transformasi pendidikan tidak lagi bertumpu pada pendekatan lama, melainkan bergerak menuju pembelajaran yang lebih mendalam agar peserta didik tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami, berpikir kritis, serta mampu mencipta.

Wamen Fajar juga menekankan bahwa guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi prioritas pemerintah. “Guru adalah pusat perubahan. Investasi pada guru adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan kita,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, dan inklusif, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik, sejalan dengan peringatan Hari Bumi.

Di sela-sela rangkaian upacara, Ikrar Pelajar Indonesia bergema dan diikuti seluruh peserta didik sebagai wujud komitmen generasi muda dalam menjunjung nilai integritas, semangat belajar, dan karakter kebangsaan. Suasana khidmat juga dipertegas melalui doa lintas agama yang melibatkan perwakilan agama Islam, Kristen, dan Hindu, sebagai simbol harmoni, toleransi, dan kebhinekaan.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pendidikan dari pemerintah daerah secara simbolis oleh Wamendikdasmen bersama Gubernur Kalimantan Tengah kepada tiga perwakilan satuan pendidikan, yakni SMA Negeri 3 Palangka Raya, SMK Negeri 4 Palangka Raya, dan Sekolah Khusus Negeri 1 Palangka Raya.

Program bantuan perlengkapan sekolah ini memiliki total anggaran sekitar Rp58,8 miliar dan menjangkau sekitar 37.000 siswa di seluruh Kalimantan Tengah. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik.

Wamen Fajar juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui program beasiswa dan penguatan sarana prasarana.

Pemerintah terus mendorong percepatan Revitalisasi Satuan Pendidikan secara nasional. Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp16,9 triliun telah dialokasikan untuk lebih dari 16.000 satuan pendidikan. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah dengan prioritas pada satuan pendidikan rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 72 satuan pendidikan telah menerima program revitalisasi pada tahun sebelumnya. Pemerintah berharap jumlah tersebut dapat terus meningkat melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, pemerintah mulai memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai bagian dari penguatan fondasi pendidikan sejak dini dan dukungan terhadap rencana kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah.

Mengakhiri rangkaian kegiatan, Wamen menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional. “Dari Palangka Raya, kita tegaskan komitmen bersama untuk membangun pendidikan yang cerdas, hijau, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Momen Haru di Hardiknas 2026, Kisah Adiba Jadi Inspirasi di Palangka Raya

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 
Nomor: 348/sipers/A6/IV/2026

Palangka Raya, 3 Mei 2026 – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Usai upacara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan serta meninjau kegiatan belajar di SKH Negeri 2 Palangka Raya, Sabtu (2/5).

Memasuki ruang kelas, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq langsung menyapa hangat, “Halo adik-adik, senang sekolah di sini?” Sapaan itu dijawab serempak, “Senang, Pak!” Suasana pun seketika mencair. Dalam obrolan santai, Wamendikdasmen menanyakan jam pulang sekolah. Guru menjelaskan, untuk jenjang yang lebih besar seperti SMA, siswa biasanya pulang sekitar pukul 12.00. Sementara itu, untuk siswa SD kelas 1 hingga kelas 3, ada yang pulang pukul 10.00 dan sebagian lainnya sekitar pukul 11.00. Obrolan kecil tersebut membuat suasana kelas terlihat akrab.

Para guru menjelaskan bahwa setiap siswa yang masuk terlebih dahulu melalui proses asesmen, agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak. Dalam praktiknya, tidak semua siswa dapat hadir setiap hari karena berbagai kondisi, termasuk faktor keluarga. Namun, kegiatan belajar tetap berjalan dengan pendekatan yang fleksibel sesuai kondisi siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen tidak hanya melihat peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga menyaksikan langsung proses kegiatan belajar mengajar serta berbagai karya kreatif siswa. Salah satu yang menarik perhatian adalah karya seni berupa lukisan wajah menteri yang dibuat dari susunan benang, menunjukkan kreativitas dan ketekunan siswa berkebutuhan khusus.

Momen paling berkesan terjadi saat Wamendikdasmen berdialog dengan Adiba Shakila Atmarani, siswa berkebutuhan khusus dari SKH Negeri 1 Palangka Raya. Adiba sebelumnya tampil memukau dengan menyanyikan “lagu rukun sama teman”, Atas permintaan Wamendikdasmen Adiba menyanyikan lagu daerah “Manjala” yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Dalam percakapan hangat tersebut, Adiba menyampaikan pesan sederhana namun mendalam tentang pentingnya kerukunan. “Harus rukun sama teman, supaya hidup tenang,” ujarnya dengan polos. Ia juga dengan antusias menyebutkan nama-nama sahabatnya di sekolah, mencerminkan lingkungan belajar yang inklusif dan penuh kebersamaan.

Di balik senyumnya, Adiba menyimpan kisah hidup yang menyentuh. Ia bercerita tentang keluarganya dan kehilangan yang pernah dialami, namun tetap menunjukkan semangat dan rasa syukur atas kasih sayang yang ia terima saat ini. Keteguhan hati itu tercermin dalam cita-citanya yang besar, menjadi penyanyi sukses seperti Putri Ariani, sekaligus ingin menjadi seorang guru.

Bakat Adiba pun telah terbukti. Ia pernah meraih Juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi, dan kini tengah mempersiapkan diri untuk kompetisi tingkat selanjutnya. Dengan rutin mengikuti les keyboard dan vokal, Adiba terus mengasah kemampuannya untuk meraih mimpi.

Wamendikdasmen bersama Gubernur Kalimantan Tengah memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Adiba. Mereka berharap, semangat dan prestasi Adiba dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya, sekaligus menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang ketika mendapatkan dukungan yang tepat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

TKA Hari Pertama Jenjang SD/Mi di Kalimantan Tengah Berjalan Tertib dan Lancar dengan Partisipasi Keseluruhan Capai 98,87 Persen

SIARAN PERS

Nomor: 0003/sipers/C6.22/2026

Palangka Raya, 20 April 2026 — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/Mi sederajat di Provinsi Kalimantan Tengah pada hari Pertama berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. TKA jenjang SD/Mi di Kalimantan Tengah diikuti 48.598 murid kelas enam dengan tingkat partisipasi 98.87 persen.

Pelaksanaan TKA yang berlangsung secara nasional hingga 30 April 2026 pentings sebagai upaya memetakan capaian akademik murid secara terstandar. Di Kalimantan Tengah, pelaksanaan hari pertama terpantau berjalan tanpa kendala berarti, didukung kesiapan sumber daya dan teknis berjenjang dari kemendikdasmen sampai di level satuan pendidikan.

Pada hari pertama, murid mengikuti asesmen Matematika/Numerasi dan Survei Karakter. Sementara pada hari kedua (21 April 2026), asesmen difokuskan pada Bahasa Indonesia/Literasi dan Survei Lingkungan Belajar. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip jujur, objektif, dan akuntabel.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan Pendidikan bersinergi untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai prosedur operasional standar, berkualiatas dan berintegritas. Secara nasional, jumlah peserta TKA jenjang SD/Mi tahun 2026 diikuiti 4,4 juta lebih murid. Angka partisipasi ini sangat tinggi mengingat TKA tidak diwajibkan.

TKA bukan merupakan penentu kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi murid. Namun demikian, hasil TKA memiliki peran penting sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi jalur prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya, serta sebagai data dasar bagi perencanaan program peningkatan mutu pembelajaran.

BPMP Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus mengikuti panduan teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menjaga suasana asesmen yang kondusif dan menyenangkan sehingga murid mengikuti TKA dalam suasana Jujur dan Gembira.

Suasana pelaksanaan yang tertib dan menggembirakan menjadi salah satu indikator penting bahwa asesmen tidak lagi dipersepsikan sebagai tekanan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar yang utuh.

Lancarnya pelaksanaan TKA di hari Pertama ini menjadi cerminan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua di Provinsi Kalimantan Tengah. (HS)

Kontak
Publikasi dan Komunikasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah
Laman: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/
Instagram: https://www.instagram.com/bpmp_kalteng/
Pengaduan: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/index.php?page=pengaduan
Saran: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/saran-dan-masukan/

Sepekan TKA Hari SMP/MTs di Kalimantan Tengah Berjalan Lancar, Tertib dengan Semangat Jujur dan Gembira

SIARAN PERS

Nomor: 0002/sipers/C6.22/2026

Palangka Raya, 10 April 2026 — Sepekan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs sederajat di Provinsi Kalimantan Tengah berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. Hingga pelaksanaan hari kelima, tingkat partisipasi murid tercatat mencapai 97,98 persen atau sebanyak 42.311 peserta dari total 1.065 satuan pendidikan.

Pelaksanaan TKA yang berlangsung secara nasional hingga 16 April 2026 ini menjadi bagian penting dalam upaya pemetaan capaian akademik murid secara terstandar. Di Kalimantan Tengah,Sepekan  pelaksanaan TKA berjalan tanpa kendala berarti, yang tidak lepas dari dukungan tim teknis  serta penyeliaan dan pengawasan silang untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pelaksanaan TKA .

Dua gelombang (gelombang 1: 6-7 April) dan (gelombang 2: 8-9 April) telah  dilaksanakan. Pada hari pertama, murid mengikuti asesmen Matematika/Numerasi dan Survei Karakter. Sementara pada hari kedua, asesmen difokuskan pada Bahasa Indonesia/Literasi dan Survei Lingkungan Belajar. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip jujur, objektif, dan akuntabel.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan melalui Posko Bersama: Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, BPMP Provinsi Kalteng dan Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah terus bersinergi untuk memastikan pelaksanaan TKA melalui  berjalan sesuai prosedur operasional standar, sekaligus menjaga kualitas dan integritas asesmen.

Secara nasional, jumlah peserta TKA tahun 2026 mencapai lebih dari 8,5 juta murid, menunjukkan tingginya partisipasi dalam upaya pemetaan mutu pendidikan di Indonesia.

TKA bukan merupakan penentu kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi murid. Namun demikian, hasil TKA memiliki peran penting sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi jalur prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya, serta sebagai data dan bahan bagi perencanaan program peningkatan mutu pembelajaran.

BPMP Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus mengikuti panduan teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menjaga suasana asesmen yang kondusif dan menyenangkan.

Suasana pelaksanaan yang tertib dan menggembirakan menjadi salah satu indikator penting bahwa asesmen tidak lagi dipersepsikan sebagai tekanan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar yang utuh.

Keberhasilan pelaksanaan TKA jenjang SMP/MTs ini menjadi cerminan  bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan evaluasi pendidikan yang berkualitas, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kontak
Publikasi dan Komunikasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah
Laman : https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/
Instagram : https://www.instagram.com/bpmp_kalteng/
Pengaduan : https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/index.php?page=pengaduan
Saran : https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/saran-dan-masukan/

TKA Hari Kedua SMP/MTs di Kalimantan Tengah Berjalan Lancar, Partisipasi Capai 97,98 Persen

SIARAN PERS

Nomor: 0001/SIPERS/C6.22/2026

Palangka Raya, 7 April 2026 — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs sederajat di Provinsi Kalimantan Tengah pada hari kedua berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. Hingga pelaksanaan hari kedua, tingkat partisipasi murid tercatat mencapai 97,98 persen atau sebanyak 42.311 peserta dari total 1.065 satuan pendidikan.

Pelaksanaan TKA yang berlangsung secara nasional hingga 16 April 2026 ini menjadi bagian penting dalam upaya pemetaan capaian akademik murid secara terstandar. Di Kalimantan Tengah, pelaksanaan hari pertama dan kedua terpantau berjalan tanpa kendala berarti, didukung oleh kesiapan teknis satuan pendidikan yang telah melalui tahap simulasi dan gladi bersih sebelumnya.

Pada hari pertama, murid mengikuti asesmen Matematika/Numerasi dan Survei Karakter. Sementara pada hari kedua, asesmen difokuskan pada Bahasa Indonesia/Literasi dan Survei Lingkungan Belajar. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip jujur, objektif, dan akuntabel.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan terus bersinergi untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai prosedur operasional standar, sekaligus menjaga kualitas dan integritas asesmen.

Secara nasional, jumlah peserta TKA tahun 2026 mencapai lebih dari 8,5 juta murid, menunjukkan tingginya partisipasi dalam upaya pemetaan mutu pendidikan di Indonesia.

TKA bukan merupakan penentu kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi murid. Namun demikian, hasil TKA memiliki peran penting sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi jalur prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya, serta sebagai data dasar bagi perencanaan program peningkatan mutu pembelajaran.

BPMP Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus mengikuti panduan teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menjaga suasana asesmen yang kondusif dan menyenangkan.

Suasana pelaksanaan yang tertib dan menggembirakan menjadi salah satu indikator penting bahwa asesmen tidak lagi dipersepsikan sebagai tekanan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar yang utuh.

Keberhasilan pelaksanaan TKA hari kedua ini menjadi cerminan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan evaluasi pendidikan yang berkualitas, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kontak
Publikasi dan Komunikasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah
Laman: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/
Instagram: https://www.instagram.com/bpmp_kalteng/
Pengaduan: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/ult/index.php?page=pengaduan
Saran: https://bpmpkalteng.kemendikdasmen.go.id/saran-dan-masukan/

Kemendikdasmen Berikan Relaksasi Penggunaan Dana BOSP untuk Menjamin Layanan Pendidikan 2026

Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Nomor: 214 /sipers/A6/III/2026

Jakarta, 14 Maret 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Relaksasi Pembiayaan Komponen Honor Guru dan Tenaga Kependidikan Non Aparatur Sipil Negara pada Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026.

Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di satuan pendidikan, khususnya di tengah kondisi fiskal sebagian pemerintah daerah yang belum sepenuhnya mampu mengalokasikan pembiayaan honor bagi guru dan tenaga kependidikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara optimal.

Melalui kebijakan ini, satuan pendidikan diberikan relaksasi secara terbatas untuk menggunakan Dana BOSP dalam membiayai honor guru dan tenaga kependidikan yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu.

Relaksasi ini bersifat sementara dan hanya berlaku pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah transisi guna memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan tanpa gangguan. Pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban utama untuk mengalokasikan anggaran bagi pendidik dan tenaga kependidikan melalui APBD sesuai dengan kewenangannya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah yang membutuhkan relaksasi diwajibkan mengajukan permohonan resmi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Permohonan tersebut harus dilengkapi dengan pernyataan kondisi fiskal daerah, analisis kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang telah diverifikasi, serta komitmen penguatan penganggaran pendidikan melalui APBD pada tahun berikutnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memfasilitasi penyesuaian rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan serta memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan ini tidak mengurangi kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.

Kemendikdasmen akan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas kebijakan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta tercapainya tujuan utama, yaitu menjaga keberlangsungan layanan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan relaksasi ini merupakan langkah pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik di seluruh satuan pendidikan.

“Yang paling utama bagi kami adalah memastikan bahwa layanan pembelajaran bagi peserta didik tidak terganggu. Sekolah harus tetap dapat menyelenggarakan proses belajar mengajar secara optimal. Oleh karena itu, relaksasi penggunaan Dana BOSP ini diberikan sebagai langkah transisi agar sekolah tetap memiliki dukungan yang memadai bagi guru dan tenaga kependidikan yang berperan langsung dalam proses pendidikan,” ujar Menteri Mu’ti.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik di Indonesia, sekaligus mendorong penguatan peran pemerintah daerah dalam penganggaran pendidikan secara berkelanjutan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Kemendikdasmen Turun Langsung Bantu Pulihkan Psikososial Murid PAUD Pascabanjir Langkat

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 77/sipers/A6/I/2026

Langkat, Sumatra Utara, 31 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (Dit. PAUD) menerjunkan tim pendampingan psikososial ke Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 28-30 Januari 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memulihkan trauma emosional para murid dan pengajar pascabanjir besar yang meredam wilayah tersebut. Pemerintah kini menitikberatkan pemulihan pada aspek psikososial untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini tetap berjalan di tengah upaya rehabilitasi fasilitas fisik sekolah yang rusak.

Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menegaskan bahwa rekonstruksi fisik bangunan sekolah tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pemulihan kesehatan mental para penghuninya. Ia mencermati bahwa stabilitas emosi pendidik dan murid merupakan fondasi utama sebelum proses belajar-mengajar secara formal kembali digulirkan.

“Pemulihan pascabencana sering kali terjebak pada angka-angka kerusakan fisik. Namun, bagi anak usia dini, rasa aman yang hilang adalah kerugian terbesar. PAUD harus segera kembali menjadi ruang yang stabil, aman, dan menenangkan bagi mereka untuk tumbuh,” ujar Nia saat membuka sesi pendampingan di Langkat.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup sebatas perbaikan fisik sekolah. “Pemerintah hadir untuk memulihkan rasa aman anak-anak. Pemulihan psikososial adalah kunci agar pembelajaran PAUD kembali hidup dan bermakna,” ujarnya.

Kondisi di lapangan menggambarkan betapa beratnya beban yang dipikul para pengajar, seperti yang dialami Aisya, pengelola PAUD Azkiyah, yang sekolah dan kediamannya terendam selama sembilan hari hingga menghancurkan seluruh sarana belajar.

Hal serupa dialami Rusmayanti dari PAUD Al-Hafiz yang harus bertahan di pengungsian selama 12 hari dan sempat mengkhawatirkan pendokumentasian aset yang rusak. “Kami fokus pada pembersihan sisa bajir agar tidak menjadi sumber penyakit bagi anak-anak, sehingga bukti fisik barang rusak banyak yang sudah tidak ada,” keluh Rusmayanti.

Merespons keresahan tersebut, Dit. PAUD telah menyusun skema solusi yang fleksibel namun tetap akuntabel terkait laporan kerusakan sarana prasarana. Pemerintah memberikan kelonggaran asalkan pengajuan bantuan disertai dokumentasi foto dampak banjir dan estimasi kerugian yang rasional.

Intervensi bantuan dibagi dalam tiga kategori, yakni Program Revitalisasi untuk kerusakan berat dan sedang, Bantuan Peningkatan Mutu untuk kerusakan ringan termasuk pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana, serta koordinasi pengecekan garansi vendor untuk perangkat TIK seperti laptop dan papan interaktif digital (IFP). Mengenai buku-buku yang hancur, Kemendikdasmen tengah berkoordinasi dengan Pusat Perbukuan untuk segera mengirimkan stok pengganti ke wilayah Langkat.

Di tengah keterbatasan sarana, para pendidik justru didorong untuk melakukan inovasi pedagogis dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar interaktif, dan tidak lagi bergantung pada alat peraga pabrikan.

Pendidikan PAUD adalah tentang stimulasi yang berkelanjutan. Pendekatan kontekstual dinilai lebih efektif dalam membangun ketahanan (resiliensi) anak terhadap situasi darurat sekaligus mengalihkan fokus mereka dari trauma bencana.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat kini tengah melakukan pendataan cepat (fast mapping) terhadap seluruh satuan PAUD terdampak melalui instrumen Dapodik untuk menentukan prioritas bantuan. Pemulihan di Langkat ini diharapkan menjadi cetak biru bagi penanganan bencana di sektor pendidikan anak usia dini di wilayah lain. Bagi pemerintah, memastikan para murid kembali tertawa di sekolah adalah indikator keberhasilan sesungguhnya dari seluruh upaya rehabilitasi pascabencana.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Atip: Penerapan MBG hingga ke Pelosok Daerah Perkuat Karakter dan Praktik Baik UPT

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 886/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 11 Desember 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan SMP telah menuntaskan Rapat Koordinasi Refleksi dan Evaluasi Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pendidikan Tahun 2025. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat mendukung implementasi MBG di daerah sehingga program ini menjadi budaya baik dan gerakan yang masif.

“Program ini (harus) menjadi sebuah kultur, sebuah ekosistem, dan sebuah Gerakan Pendidikan Lokal untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tugas kita di tahun 2026 bukan lagi hanya mengimplementasikan, tetapi menginstitusionalkan Program Makan Bergizi Gratis kita bertransformasi dari sekadar pelaku program menjadi perumus strategi dampak yang berani dan terukur,” tuturnya dalam penutupan acara di Cibubur, Jakarta, Selasa (9/12).

Implementasi MBG dapat dilihat sebagai upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Penerapannya kata Wamen Atip, wajib diadvokasi, didampingi, dan diinternalisasi oleh UPT di setiap provinsi. Program MBG menyentuh dua hal penting. Pertama, Gizi sebagai Kurikulum Karakter. Makan bersama, dengan menu yang bergizi, bukanlah sekadar pengisian energi, tetapi merupakan pembelajaran karakter yang paling fundamental. Saat anak-anak makan bersama, mereka belajar nilai kedisiplinan dan tanggung jawab seperti mengantre, mencuci tangan, menghabiskan makanan, dan menjaga kebersihan. Selain itu, mereka juga belajar nilai gotong royong dan bermasyarakat seperti berbagi meja, saling menjaga, dan memahami pentingnya pangan bagi sesama. Tak ketinggalan, literasi gizi di mana murid mengenal jenis makanan sehat, memahami gizi seimbang, dan menjauhi makanan ultra-proses.

Pada kesempatan ini, Wamen Atip mendorong seluruh UPT untuk memastikan Tim Pendampingan di lapangan tidak hanya fokus pada menu dan logistik, tetapi juga pada Integrasi Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke dalam kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang mendalam. “Libatkan guru-guru dalam setiap aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang menjadikan kesehatan dan gizi sebagai tema sentral. Kita harus mencetak generasi yang cerdas secara kognitif, tetapi juga sadar gizi seumur hidup,” ujarnya.

Kedua, MBG melibatkan UPT sebagai Pusat Keunggulan Kemitraan (CoE) Sinergi. UPT di 34 Provinsi adalah simpul-simpul strategis yang menghubungkan kebijakan pusat dengan realitas daerah. “Keberhasilan MBG sangat bergantung pada kemampuan Bapak/Ibu membangun Sinergi Horizontal dan Vertikal secara sempurna,” jelas Atip.

Secara vertikal, UPT wajib menjadi konsultan kebijakan bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Sementara itu, secara horizontal Program MBG memiliki dimensi yang sangat luas—mulai dari kesehatan, pertanian, hingga ekonomi lokal.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan cermat dalam menyelenggarakan Rakor ini. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan dokumen strategis yang sangat vital. Marilah kita kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru Mengubah Gizi menjadi Prestasi, Mengubah Program menjadi Budaya,” lanjut Atip menutup sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari, menyampaikan bahwa rakor ini tidak hanya menghasilkan catatan diskusi, tetapi dua produk strategis yang akan menjadi dasar gerak langkah kita di tahun 2026. Capaian Pertama yaitu Dokumen Final Rekomendasi Teknis MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dokumen ini merupakan hasil konsensus UPT dari seluruh Indonesia, yang merangkum masukan kritis dari lini depan. Rekomendasi ini mencakup penyempurnaan standarisasi menu harian, panduan penguatan tata kelola kebersihan dan keamanan pangan di sekolah, serta mekanisme pelaporan berbasis real-time yang lebih adaptif terhadap keragaman budaya dan ketersediaan bahan pangan lokal. Dokumen ini adalah jaminan kita untuk meningkatkan kualitas gizi, bukan hanya kuantitas sajian.

Capaian kedua yaitu Peta Strategi Pendampingan dan Advokasi MBG 2026 yang Definitif. Peta ini adalah janji komitmen UPT di daerah untuk bertransformasi dari sekadar pelaksana menjadi konsultan mutu pendidikan dan agen advokasi kebijakan. Peta strategi ini memuat target advokasi Pemda yang berisi rencana kerja UPT untuk mendorong alokasi APBD yang sinergis dengan MBG pusat. Serta, integrasi edukasi yang berisi rencana detail implementasi Modul Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke dalam program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah sasaran di wilayah kerja masing-masing. Hasil Rakor ini secara kolektif menjawab tantangan dalam mewujudkan MBG sebagai investasi kognitif yang berdampak langsung pada mutu pendidikan. “Kita tidak hanya memberi makan, kita sedang membentuk kebiasaan sehat dan mendukung daya serap belajar siswa,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Libur Akhir Tahun Tetap Mengacu Kalender Daerah, Kemendikdasmen Imbau Aktivitas Positif bagi Murid Selama Libur

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 874/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 9 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa tanggal libur akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 tetap mengikuti keputusan Pemerintah Daerah di masing-masing provinsi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal, Suharti, di Jakarta, Selasa (9/12).

“Di beberapa provinsi menetapkan libur semester mulai 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026, tanpa memerlukan perubahan kalender pendidikan. Aktivitas liburan diharapkan memberikan ruang bagi keluarga untuk berkegiatan, bepergian, melakukan rekreasi, menggunakan gawai secara bijak, dan aktivitas positif lainnya,” tutur Suharti.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemendikdasmen menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Surat Edaran ini mengarahkan sekolah dan orang tua untuk memastikan pemenuhan hak anak, keamanan, dan keselamatan selama liburan.

Suharti mengimbau, libur akhir tahun prioritas utama tetap memastikan bahwa kegiatan liburan berjalan aman, sehat, dan penuh nilai edukatif bagi murid. “Dengan adanya Surat Edaran ini, diharapkan satuan pendidikan dan orang tua dapat bekerja sama menjaga keselamatan anak, sambil tetap menikmati waktu berlibur menjelang Tahun Baru 2026,” Imbau Suharti.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Serahkan Bantuan Awal di Sekolah Terdampak Bencana di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat

Siaran Pers
Nomor: 853/sipers/A6/XII/2025

Padang, 4 Desember 2025 – Hari pertama di Sumatra Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan secara langsung bantuan pendidikan ke SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat serta enam sekolah lainnya yang terkena dampak, masing-masing Rp25 juta.

“Kami menyampaikan belangsungkawa yang mendalam atas bencana yang melanda di Sumatra Barat. Di sekolah ini kami melihat mulai proses pembersihan, dan kami serahkan langsung bantuan bagi siswa dan guru yang terkena dampak, serta bantuan untuk pemberseihan sekolah. Semoga sekolah dapat segera selesai pembersihannya,” tutur Mendikdasmen, di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat, (4/12).

Di SMA Negeri 1 Batang Anai, Mendikdasmen meninjau langsung ruang kelas, sarana belajar yang terdampak, serta mendengarkan laporan pihak sekolah terkait kebutuhan pemulihan. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan sejumlah bantuan, yaitu school kit untuk 100 siswa, family kit dan bantuan dana total Rp20 juta untuk 10 guru (masing-masing Rp2 juta), bantuan pemulihan sekolah sebesar Rp25 juta, serta santunan Rp5 juta bagi seorang siswa SMP meninggal yang terdampak. Selain SMAN 1 Batang Anai, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan pemulihan untuk enam sekolah lainnya di Padang dengan nilai bantuan yang sama yakni Rp25 juta.

Bantuan Pendidikan Bagi Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh

Mendikdasmen menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar dapat kembali berjalan dengan aman dan layak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mendistribusikan bantuan pembelajaran darurat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pendidikan. Merujuk data per 4 Desember 2024, bantuan awal yang disalurkan Kemendikdasmen yang terkena dampak banjir dan longsor Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terdiri atas bantuan operasional tanggap darurat Rp6,4 miliar, santunan untuk siswa dan guru meninggal dan dirawat Rp293 juta, school kit totalnya 10 ribu pak, family kit 700 pak, tenda sekolah darurat 74, Starlink 3 buah, paket makanan ringan untuk anak 1.500 paket.

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah