Category Archives: Berita

Kemendikdasmen Turun Langsung Bantu Pulihkan Psikososial Murid PAUD Pascabanjir Langkat

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 77/sipers/A6/I/2026

Langkat, Sumatra Utara, 31 Januari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (Dit. PAUD) menerjunkan tim pendampingan psikososial ke Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 28-30 Januari 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memulihkan trauma emosional para murid dan pengajar pascabanjir besar yang meredam wilayah tersebut. Pemerintah kini menitikberatkan pemulihan pada aspek psikososial untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini tetap berjalan di tengah upaya rehabilitasi fasilitas fisik sekolah yang rusak.

Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menegaskan bahwa rekonstruksi fisik bangunan sekolah tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan pemulihan kesehatan mental para penghuninya. Ia mencermati bahwa stabilitas emosi pendidik dan murid merupakan fondasi utama sebelum proses belajar-mengajar secara formal kembali digulirkan.

“Pemulihan pascabencana sering kali terjebak pada angka-angka kerusakan fisik. Namun, bagi anak usia dini, rasa aman yang hilang adalah kerugian terbesar. PAUD harus segera kembali menjadi ruang yang stabil, aman, dan menenangkan bagi mereka untuk tumbuh,” ujar Nia saat membuka sesi pendampingan di Langkat.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup sebatas perbaikan fisik sekolah. “Pemerintah hadir untuk memulihkan rasa aman anak-anak. Pemulihan psikososial adalah kunci agar pembelajaran PAUD kembali hidup dan bermakna,” ujarnya.

Kondisi di lapangan menggambarkan betapa beratnya beban yang dipikul para pengajar, seperti yang dialami Aisya, pengelola PAUD Azkiyah, yang sekolah dan kediamannya terendam selama sembilan hari hingga menghancurkan seluruh sarana belajar.

Hal serupa dialami Rusmayanti dari PAUD Al-Hafiz yang harus bertahan di pengungsian selama 12 hari dan sempat mengkhawatirkan pendokumentasian aset yang rusak. “Kami fokus pada pembersihan sisa bajir agar tidak menjadi sumber penyakit bagi anak-anak, sehingga bukti fisik barang rusak banyak yang sudah tidak ada,” keluh Rusmayanti.

Merespons keresahan tersebut, Dit. PAUD telah menyusun skema solusi yang fleksibel namun tetap akuntabel terkait laporan kerusakan sarana prasarana. Pemerintah memberikan kelonggaran asalkan pengajuan bantuan disertai dokumentasi foto dampak banjir dan estimasi kerugian yang rasional.

Intervensi bantuan dibagi dalam tiga kategori, yakni Program Revitalisasi untuk kerusakan berat dan sedang, Bantuan Peningkatan Mutu untuk kerusakan ringan termasuk pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) sederhana, serta koordinasi pengecekan garansi vendor untuk perangkat TIK seperti laptop dan papan interaktif digital (IFP). Mengenai buku-buku yang hancur, Kemendikdasmen tengah berkoordinasi dengan Pusat Perbukuan untuk segera mengirimkan stok pengganti ke wilayah Langkat.

Di tengah keterbatasan sarana, para pendidik justru didorong untuk melakukan inovasi pedagogis dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar interaktif, dan tidak lagi bergantung pada alat peraga pabrikan.

Pendidikan PAUD adalah tentang stimulasi yang berkelanjutan. Pendekatan kontekstual dinilai lebih efektif dalam membangun ketahanan (resiliensi) anak terhadap situasi darurat sekaligus mengalihkan fokus mereka dari trauma bencana.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat kini tengah melakukan pendataan cepat (fast mapping) terhadap seluruh satuan PAUD terdampak melalui instrumen Dapodik untuk menentukan prioritas bantuan. Pemulihan di Langkat ini diharapkan menjadi cetak biru bagi penanganan bencana di sektor pendidikan anak usia dini di wilayah lain. Bagi pemerintah, memastikan para murid kembali tertawa di sekolah adalah indikator keberhasilan sesungguhnya dari seluruh upaya rehabilitasi pascabencana.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Wamendikdasmen Atip: Penerapan MBG hingga ke Pelosok Daerah Perkuat Karakter dan Praktik Baik UPT

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 886/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 11 Desember 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan SMP telah menuntaskan Rapat Koordinasi Refleksi dan Evaluasi Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pendidikan Tahun 2025. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat mendukung implementasi MBG di daerah sehingga program ini menjadi budaya baik dan gerakan yang masif.

“Program ini (harus) menjadi sebuah kultur, sebuah ekosistem, dan sebuah Gerakan Pendidikan Lokal untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tugas kita di tahun 2026 bukan lagi hanya mengimplementasikan, tetapi menginstitusionalkan Program Makan Bergizi Gratis kita bertransformasi dari sekadar pelaku program menjadi perumus strategi dampak yang berani dan terukur,” tuturnya dalam penutupan acara di Cibubur, Jakarta, Selasa (9/12).

Implementasi MBG dapat dilihat sebagai upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Penerapannya kata Wamen Atip, wajib diadvokasi, didampingi, dan diinternalisasi oleh UPT di setiap provinsi. Program MBG menyentuh dua hal penting. Pertama, Gizi sebagai Kurikulum Karakter. Makan bersama, dengan menu yang bergizi, bukanlah sekadar pengisian energi, tetapi merupakan pembelajaran karakter yang paling fundamental. Saat anak-anak makan bersama, mereka belajar nilai kedisiplinan dan tanggung jawab seperti mengantre, mencuci tangan, menghabiskan makanan, dan menjaga kebersihan. Selain itu, mereka juga belajar nilai gotong royong dan bermasyarakat seperti berbagi meja, saling menjaga, dan memahami pentingnya pangan bagi sesama. Tak ketinggalan, literasi gizi di mana murid mengenal jenis makanan sehat, memahami gizi seimbang, dan menjauhi makanan ultra-proses.

Pada kesempatan ini, Wamen Atip mendorong seluruh UPT untuk memastikan Tim Pendampingan di lapangan tidak hanya fokus pada menu dan logistik, tetapi juga pada Integrasi Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke dalam kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang mendalam. “Libatkan guru-guru dalam setiap aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang menjadikan kesehatan dan gizi sebagai tema sentral. Kita harus mencetak generasi yang cerdas secara kognitif, tetapi juga sadar gizi seumur hidup,” ujarnya.

Kedua, MBG melibatkan UPT sebagai Pusat Keunggulan Kemitraan (CoE) Sinergi. UPT di 34 Provinsi adalah simpul-simpul strategis yang menghubungkan kebijakan pusat dengan realitas daerah. “Keberhasilan MBG sangat bergantung pada kemampuan Bapak/Ibu membangun Sinergi Horizontal dan Vertikal secara sempurna,” jelas Atip.

Secara vertikal, UPT wajib menjadi konsultan kebijakan bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Sementara itu, secara horizontal Program MBG memiliki dimensi yang sangat luas—mulai dari kesehatan, pertanian, hingga ekonomi lokal.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan cermat dalam menyelenggarakan Rakor ini. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan dokumen strategis yang sangat vital. Marilah kita kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru Mengubah Gizi menjadi Prestasi, Mengubah Program menjadi Budaya,” lanjut Atip menutup sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari, menyampaikan bahwa rakor ini tidak hanya menghasilkan catatan diskusi, tetapi dua produk strategis yang akan menjadi dasar gerak langkah kita di tahun 2026. Capaian Pertama yaitu Dokumen Final Rekomendasi Teknis MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dokumen ini merupakan hasil konsensus UPT dari seluruh Indonesia, yang merangkum masukan kritis dari lini depan. Rekomendasi ini mencakup penyempurnaan standarisasi menu harian, panduan penguatan tata kelola kebersihan dan keamanan pangan di sekolah, serta mekanisme pelaporan berbasis real-time yang lebih adaptif terhadap keragaman budaya dan ketersediaan bahan pangan lokal. Dokumen ini adalah jaminan kita untuk meningkatkan kualitas gizi, bukan hanya kuantitas sajian.

Capaian kedua yaitu Peta Strategi Pendampingan dan Advokasi MBG 2026 yang Definitif. Peta ini adalah janji komitmen UPT di daerah untuk bertransformasi dari sekadar pelaksana menjadi konsultan mutu pendidikan dan agen advokasi kebijakan. Peta strategi ini memuat target advokasi Pemda yang berisi rencana kerja UPT untuk mendorong alokasi APBD yang sinergis dengan MBG pusat. Serta, integrasi edukasi yang berisi rencana detail implementasi Modul Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke dalam program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah sasaran di wilayah kerja masing-masing. Hasil Rakor ini secara kolektif menjawab tantangan dalam mewujudkan MBG sebagai investasi kognitif yang berdampak langsung pada mutu pendidikan. “Kita tidak hanya memberi makan, kita sedang membentuk kebiasaan sehat dan mendukung daya serap belajar siswa,” pungkasnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Libur Akhir Tahun Tetap Mengacu Kalender Daerah, Kemendikdasmen Imbau Aktivitas Positif bagi Murid Selama Libur

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 874/sipers/A6/XII/2025

Jakarta, 9 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa tanggal libur akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 tetap mengikuti keputusan Pemerintah Daerah di masing-masing provinsi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal, Suharti, di Jakarta, Selasa (9/12).

“Di beberapa provinsi menetapkan libur semester mulai 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026, tanpa memerlukan perubahan kalender pendidikan. Aktivitas liburan diharapkan memberikan ruang bagi keluarga untuk berkegiatan, bepergian, melakukan rekreasi, menggunakan gawai secara bijak, dan aktivitas positif lainnya,” tutur Suharti.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemendikdasmen menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Surat Edaran ini mengarahkan sekolah dan orang tua untuk memastikan pemenuhan hak anak, keamanan, dan keselamatan selama liburan.

Suharti mengimbau, libur akhir tahun prioritas utama tetap memastikan bahwa kegiatan liburan berjalan aman, sehat, dan penuh nilai edukatif bagi murid. “Dengan adanya Surat Edaran ini, diharapkan satuan pendidikan dan orang tua dapat bekerja sama menjaga keselamatan anak, sambil tetap menikmati waktu berlibur menjelang Tahun Baru 2026,” Imbau Suharti.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

Mendikdasmen Serahkan Bantuan Awal di Sekolah Terdampak Bencana di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat

Siaran Pers
Nomor: 853/sipers/A6/XII/2025

Padang, 4 Desember 2025 – Hari pertama di Sumatra Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan secara langsung bantuan pendidikan ke SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat serta enam sekolah lainnya yang terkena dampak, masing-masing Rp25 juta.

“Kami menyampaikan belangsungkawa yang mendalam atas bencana yang melanda di Sumatra Barat. Di sekolah ini kami melihat mulai proses pembersihan, dan kami serahkan langsung bantuan bagi siswa dan guru yang terkena dampak, serta bantuan untuk pemberseihan sekolah. Semoga sekolah dapat segera selesai pembersihannya,” tutur Mendikdasmen, di SMA Negeri 1 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatra Barat, (4/12).

Di SMA Negeri 1 Batang Anai, Mendikdasmen meninjau langsung ruang kelas, sarana belajar yang terdampak, serta mendengarkan laporan pihak sekolah terkait kebutuhan pemulihan. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menyerahkan sejumlah bantuan, yaitu school kit untuk 100 siswa, family kit dan bantuan dana total Rp20 juta untuk 10 guru (masing-masing Rp2 juta), bantuan pemulihan sekolah sebesar Rp25 juta, serta santunan Rp5 juta bagi seorang siswa SMP meninggal yang terdampak. Selain SMAN 1 Batang Anai, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan pemulihan untuk enam sekolah lainnya di Padang dengan nilai bantuan yang sama yakni Rp25 juta.

Bantuan Pendidikan Bagi Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh

Mendikdasmen menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar dapat kembali berjalan dengan aman dan layak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mendistribusikan bantuan pembelajaran darurat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pendidikan. Merujuk data per 4 Desember 2024, bantuan awal yang disalurkan Kemendikdasmen yang terkena dampak banjir dan longsor Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terdiri atas bantuan operasional tanggap darurat Rp6,4 miliar, santunan untuk siswa dan guru meninggal dan dirawat Rp293 juta, school kit totalnya 10 ribu pak, family kit 700 pak, tenda sekolah darurat 74, Starlink 3 buah, paket makanan ringan untuk anak 1.500 paket.

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Bintang Sobat SMP 2025 Menjadi Agen Perubahan untuk Masa Depan Anak Indonesia

Kota Bekasi, 29 November 2025 – Lingkungan kondusif yang mendorong kreativitas, inovasi, dan potensi peserta didik di jenjang SMP sangat diperlukan sebagai upaya pembinaan karakter. Hal ini sejalan dengan implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan ajang Bintang Sobat SMP sebagai wadah bagi peserta didik terpilih yang dengan potensinya dapat memberikan kontribusi besar dan menjadi agen perubahan untuk masa depan anak Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mendorong seluruh Bintang Sobat SMP untuk menjadi duta perubahan dan kembali ke sekolah masing-masing untuk menjadi role model 7 KAIH; mendorong ekosistem budaya belajar yang aman, nyaman, menggembirakan; serta memperluas jaringan inspirasi. Peran dan kepemimpinan Bintang Sobat SMP 2025 adalah kontribusi nyata bagi masa depan anak Indonesia. 

Diskusi Praktik Baik Anti Perundungan
 
Salah satu isu yang diangkat dalam sesi praktik baik Bintang Sobat SMP adalah perlindungan anak melalui pencegahan kekerasan dan perundungan di satuan pendidikan. Di dalam sesi ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini, menegaskan komitmen KPAI untuk berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam melindungi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. KPAI bertugas untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan hak-haknya untuk hidup, tumbuh, dan berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaan, termasuk perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi,” ujar Diyah.
 
Di tengah diskusi, salah satu peserta dari SMPN 1 Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Septiani Putri, mengajukan pertanyaan yang sangat relevan tentang langkah konkret yang dapat dilakukan di sekolah untuk melindungi teman dari perundungan. Menanggapi hal tersebut, Diyah menyatakan bahwa penting untuk memulai dengan pengawasan yang ketat di lingkungan sekolah, memastikan setiap kasus kekerasan anak ditangani secara tepat, termasuk pengembangan sistem pelaporan yang mudah diakses oleh semua pihak.
 
Di sesi berbagi praktik baik selanjutnya, salah satu isu utama yang juga dibahas adalah pentingnya pendidikan yang mengutamakan disiplin positif sebagai pendekatan yang mengubah cara orang dewasa berinteraksi dengan anak-anak dan bertujuan untuk mengajarkan anak memahami dan mengontrol perilakunya tanpa kekerasan. 
 
Konsultan United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia, Maria Arika, berbicara tentang pentingnya pendekatan ini dalam menciptakan hubungan yang saling menghargai. “Disiplin positif bukan hanya tentang mencegah perilaku negatif, tetapi juga tentang memahami kebutuhan dasar anak-anak, seperti rasa aman dan diterima sehingga dapat membantu mereka berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan penuh empati,” jelas Arika.
 
Ia pun menambahkan bahwa guru perlu berperan sebagai contoh yang baik bagi siswa. “Guru yang tenang dan sabar dalam menghadapi situasi emosional dapat menciptakan kelas yang aman bagi siswa. Disiplin positif membutuhkan keseimbangan antara pengajaran yang penuh kasih sayang dan pemberian batasan yang jelas,” urainya.
 
Untuk memastikan sinergi isu prioritas tersebut dengan program Kemendikdasmen, guru pendamping secara khusus mendapatkan penguatan terkait gerakan 7 KAIH, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan mendorong keterlibatan Bintang Sobat SMP secara bermakna dalam program tersebut.
 
Dalam sesi panel, narasumber Kemendikdasmen yang terdiri dari Agus Fanny, Nurhatimah Saptija, dan Yayu Mukaromah menegaskan pentingnya kolaborasi guru dan Bintang Sobat SMP dalam menyiapkan, melaksanakan dan memantau implementasi program prioritas Kemendikdasmen.
 
Tentang Bintang Sobat SMP 2025
Sebagai informasi, Kemendikdasmen melalui Direktorat SMP menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Bintang Sobat SMP Tahun 2025 pada tanggal 26 s.d 29 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat peran peserta didik sebagai pelopor sekolah aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh murid di Indonesia. 
 
Pada pelaksanaan BSS tahun 2025 tanggal 27 November, peserta diajak untuk melakukan kegiatan fisik seperti fun football yang dimentori oleh AIA (Coach tim bola Spurs Tylor), materi public speaking oleh Andari Agustien, serta yang tak kalah seru yaitu pelaksanaan BSS Championship, di mana para peserta menghadapi berbagai tantangan baik secara individu maupun kelompok dengan durasi waktu yang singkat. Tantangan-tantangan ini dirancang untuk mengukur kreativitas, kemampuan kolaborasi, pemecahan masalah, serta kepemimpinan para peserta.
 
Sementara itu, pada tanggal 28 November, peserta diajak untuk melaksanakan audiensi dengan Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf, di kantor Kemendikdasmen yang fokus pada diskusi tentang literasi digital dan bijak menggunakan sosial media. Peserta juga melanjutkan wisata edukasi ke Monumen Nasional dan Universitas Indonesia dimana peserta diberikan motivasi terkait pendidikan dan budaya.
 
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
 
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Gerakan #RukunSamaTeman: Membangun Sekolah Aman dan Nyaman

Jakarta, 23 November 2025 – Memperingati Hari Anak Sedunia dan menjelang Hari Guru Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat bertajuk #RukunSamaTeman pada Minggu (23/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan peran murid sebagai teman sebaya yang saling mendukung, mendengarkan, dan membantu teman yang membutuhkan, terutama dalam mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya gerakan ini sebagai bagian dari penguatan budaya antikekerasan di sekolah.Inisiatif nasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai karakter peserta didik yang sejalan dengan pesan Presiden Prabowo untuk generasi muda yakni belajar yang baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun bersama teman, serta mencintai tanah air.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk lebih memperkuat gerakan antikekerasan di sekolah dengan tema yang sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Dengan tagline #RukunSamaTeman, ini adalah sebuah gerakan yang bersifat kultural dan tidak terlalu struktural untuk kita membangun budaya saling menghormati, saling menerima dan juga saling berbagi dan bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif untuk kita semua untuk dapat memiliki hubungan sosial yang baik, kehidupan, lingkungan sekolah dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya Mendikdasmen, Minggu (23/11).

Pentingnya membangun karakter unggul bagi generasi penerus, menurut Menteri Mu’ti, harus ditekankan di manapun berada. Pendidikan di sekolah yang menjadi menunjang kapasitas akademik siswa juga harus menjadi ruang tumbuhnya hubungan sosial yang sehat. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa sekolah adalah ruang tumbuh bersama karena sekolah merupakan rumah bagi seluruh warga belajar, di mana guru berperan sebagai orang tua dan teman-teman menjadi saudara yang saling mendukung.

“Keberhasilan kita di dalam belajar ditentukan oleh bagaimana kita memiliki hubungan sosial yang baik. Semakin banyak kawan, kita akan semakin nyaman. Kalau sekolah kita aman dan nyaman, insya Allah kita semuanya akan dapat belajar dengan tenang, bisa belajar dengan baik, dan bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing,” jelas Menteri Mu`ti.

Sekolah harus dapat memberikan rasa aman dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam lingkungan pembelajaran. Iklim sekolah yang mempraktikkan nilai kepedulian dan saling menghargai akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal. “Sekolah adalah rumah kita di mana semua yang ada di sekolah adalah bagian dari keluarga kita,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman membutuhkan kolaborasi semua pihak yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa karakter anak dibentuk sejak dari rumah sehingga tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah.

“Karakter yang paling inti itu ada di dalam keluarga, jadi ini harus kolaborasi bersama, penguatan bersama ini kita akan mulai dengan kerja sama dengan berbagai kementerian sesuai dengan tuisinya masing-masing bagaimana saling menguatkan untuk meminimalisir adanya perundungan atau kalau bisa tidak ada perundungan lagi,” jelas

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kerukunan penting untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan penuh kebaikan. Ia menyampaikan bahwa perbedaan adalah hal yang tak terhindarkan, sehingga sikap saling menghormati perlu diutamakan, termasuk tidak menilai teman dari asal-usul, penampilan, atau latar belakangnya. Hetifah mendorong siswa untuk mengenali potensi diri dan potensi teman serta mencari persamaan di antara mereka, sehingga kerukunan dapat terjaga dan berbagai hal yang tidak diinginkan di sekolah maupun di rumah dapat dicegah.

“Rukun sama teman itu hal penting karena sekolah nyaman penuh kebaikan. Yang penting aman ataupun rukun itu bukan berarti kita tidak boleh berbeda, karena perbedaan itu tidak bisa terhindarkan. Jadi mudah-mudahan sikap saling menghormati dan menilai teman itu tidak dari asalnya, dari penampilannya, atau hal-hal yang terkait dengan latar belakangnya saja. Kenali potensi mereka, kenali potensi kita, dan cari persamaannya. Insya Allah kita akan rukun dan tercegah dari segala hal yang tidak kita inginkan di sekolah maupun di rumah,” ujar Hetifah.

Sebagai bentuk gerakan bersama, kegiatan Jalan Sehat #RukunSamaTeman juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen dan sekolah yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Pelaksanaan di daerah memungkinkan partisipasi lebih luas dari murid, guru, orang tua, dan masyarakat, sehingga pesan kampanye dapat mengakar hingga ke tingkat sekolah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#RukunSamaTeman